Batang-Batang – INSTIKA - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Riset Partisipatif 2018 Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Posko XXXV Desa Banuaju Barat, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep mengadakan Gebyar Lomba. Acara Gebyar Lomba tersebut diselengggarakan di kediaman K. Abu Sahma sekaligus merupakan posko yang ditempati oleh peserta KKN posko XXXV. Dalam Gebyar Lomba yang diadakan, terdapat 2 jenis lomba, diataranya, lomba Tartil Al-Qur’an dan lomba Nasyid Islami.
Pada Rabu (1/8/2018), pukul 19:00 WIB pembukaan Gebyar Lomba dilangsungkan. Pembukaan Gebyar Lomba tersebut diisi dengan sambutan ketua Posko XXXV, Nur Fadilah. Dalam sambutannya Nur Fadilah menyampaikan bahwa tujuan diadakannya Gebyar Lomba tersebut adalah sebagai bentuk solidaritas terhadap lembaga keagamaan yang ada di Desa Banuaju Barat. Selain itu, dengan diadakannya Gebyar Lomba tersebut diharapkan dapat menjadi ajang menumbuhkan semangat anak-anak dalam mengembangkan bakat serta skill yang dimiliki.
Acara Gebyar Lomba tersebut melibatkan empat lembaga keagamaan, diantaranya Mushalla Al-Hidayah, Masjid Nur Muhammad, Masjid Miftahul Jannah dan Mushalla Nurul Hikmah. Terdapat 21 orang peserta dalam lomba Tartil Al-Qur’an, 3 orang peserta delegasi dari Mushalla Nurul Hikam, 1 orang peserta delegasi dari Masjid Miftahul Jannah, 4 orang peserta dari Mushalla Al-Hidayah, dan 13 orang peserta dari Masjid Nur Muhammad. Sedangkan dalam lomba Nasyid Islami terdapat 13 orang peserta, 5 orang peserta delegasi dari Mushalla Al-Hidayah, 1 orang peserta delegasi dari Masjid Miftahul Jannah, dan 7 orang peserta delegasi dari Masjid Nur Muhammad.
Nur Qasidah, salah satu masyarakat Desa Banuaju Barat memberi respon positif dengan diadakannya Gebyar Lomba tersebut. “Saya sangat tertarik dengan Gebyar Lomba yang seperti ini, karena acara gebyar lomba ini bersentuhan langsung dengan hal-hal yang positif serta melibatkan lembaga keagamaan, seperti halnya Mushalla-Mushalla dan Masjid-Masjid yang ada di desa Banuaju Barat,” tuturnya.
Lomba tersebut diselenggarakan dalam waktu dua malam, dengan format yang sederhana. Satu malam pertama untuk jenis lomba Tartil Al-Qur’an dan untuk malam kedua dengan jenis lomba Nasyid Islami.
Acara Gebyar Lomba ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan yang spektakuler dari anak-anak sejak usia 5-13 tahun serta melibatkan dewan juri dari peserta KKN, sesuai dengan permintaan masyarakat untuk menghindari hal-hal yang berbau kecurangan. Sehingga, penilaian tidak pandang bulu terhadap peserta yang termasuk anak didiknya sendiri. Dan hal-hal yang tidak diinginkan dapat terhindari dan peserta Gebyar Lomba dapat berlomba dengan sportif sesuai dengan yang diharapkan.
Penulis: Anis Safitri (Mahasiswi Hukum Ekonomi Syari'ah Peserta KKN Posko XXXV Desa Banuaju Barat)
Editor: Masykur Arif (LP2D)