Manding - INSTIKA - Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep kembali mengabdi kepada masyarakat melalui program kampus, yakni Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2018. Program tersebut merupakan salah satu syarat kelulusan mahasiswa yang wajib diikuti secara individual.
Salah satu desa yang menjadi lokasi posko KKN tersebut adalah Desa Manding Timur, kecamatan Manding, kabupaten Sumenep.
Menurut Kiai Asmuni, tokoh masyarakat dusun Pangtinggi, Desa Manding Timur, bahwa kecamatan Manding seringkali menjadi tempat kegiatan pengabdian serta ajang praktik mahasiswa dari berbagai kampus.
“Di sini sudah beberapa kali ada KKN. Tetapi campur putra-putri. KKN yang dulu-dulu itu tidak terlalu turun ke masyarakat. Mereka terlalu fokus pada aparat desa dan lembaga pendidikan. Tidak ada yang melakukan bersih-bersih,” tuturnya ramah.
Berangkat dari hal itu, pada Selasa pagi (31/7/2018), peserta KKN Posko XIII Manding Timur melakukan gerakan gotong-royong bersama masyarakat setempat untuk membersihkan lingkungan. Di antara lokasi yang menjadi area bersih-bersih tersebut meliputi makam wali (Pujuk), jalan raya, sampai balai desa.
Melihat kegiatan bersih-bersih peserta KKN, kepala desa, Dewi Syamsiah, sangat bergembira dan mengucapkan terima kasih kepada peserta KKN karena sudah ikut serta membantu masyarakat dalam menciptakan desa yang bersih dan harmonis.
“Saya sangat bangga pada KKN INSTIKA, meskipun tidak ada upah, kalian tetap bekerja dengan semangat membersihkan area yang tidak pernah tersentuh sebelumnya,” ungkapnya.
Sedangkan Pak Adi, selaku Kepala Dusun Pangtinggi sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Pak Adi menfasilitasi segala kebutuhan dalam proses bersih-bersih lingkungan. Mulai cangkul, sapu lidi, celurit, sampai membelikan bensin untuk membakar sampah.
Bersih-bersih tersebut berlangsung cukup lama dengan menghabiskan waktu 5 jam mulai pukul 07:32 sampai 11:22 WIB. Di akhir berish-bersih, ada banyak masyarakat yang mengantarkan makanan kepada peserta KKN.
Penulis: Waris (Peserta KKN Posko XIII Manding Timur)
Editor: Masykur Arif (LP2D)