RUBARU- Sela (15/08) peserta KKN INSTIKA kembali memberikan hal-hal baru bagi masyarakat di Desa Duko. Kali ini target utama adalah para ibu-ibu PKK yang bertempat di rumah ibu Hafsoh selaku Ibu Kades di Dusun Laok Lorong.
Di sana Mahasiswa KKN menjelaskan cara pembuatan jamu, yaitu langkah pertama, mengupas kunyit sebanyak 1 kg dihaluskan kemudian diambil sari patinya. Setelah itu langkah ke dua menambahkan beluntas sebanyak satu tangkai dan daun talpak tana sebanyak lima pohon. Kemudian di rebus dengan air 8 gelas menjadi 4 gelas, kemudian langkah selanjutnya campur sari pati kunyit, air rebusan daun beluntas dan talpak tana, serta gula sebanyak satu kilo, dan langkah terakhir aduk tanpa henti sehingga menjadi jamu bubuk Instan.
Hasil Jamu yang dibuat oleh KKN INSTIKA disuguhkan kepada para ibu-ibu PKK. Mereka semua merasa tertarik untuk mencoba di dapur sendiri. Rasa antusias dari para ibu-ibu PKK membuat lega suasana hati para mahasiswa, sebab hal tersebut berbuah positif bagi kehidupan masyarakat secara keseluruhan.
Menurut ketua Posko, program ini dibuat berdasarkan survey yang dilakukan di awal para mahasiswa datang ke Desa Duko. Salah satu masyarakat di Desa Duko mengusulkan agar teman-teman KKN melakukan praktek membuat jamu, sebab masyarakat memang butuh. Selain karena manfaat jamu Tradisional lebih aman dan ramah keluarga, juga bahan-bahannya lebih mudah di jumpa dan tidak mahal harganya.
Setelah pemaparan tentang jamu tradisional yang disampaikan oleh saudari Nanik Sariyani, maka perkumpulan tersebut bubar tampa harus dipandu untuk bubar. Ada yang pulang, dan masih diam di tempat sambil menikmati jamu yang belum habis (Meliyani Posko XXV/Duko)