RUBARU-Senin (14/08), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Riset Partisipatif INSTIKA 2017 Posko XXVIII Desa Kalebengan, Kecamatan Rubaru melaksanakan penyuluhan tentang pernikahan dini dengan tema, “Psikoedukasi Risiko Nikah Muda”. Penyuluhan tersebut dilaksanakan di balai Desa Kalebengan Dusun Biloros dengan melibatkan 20 orang peserta dari perwakilan warga dan ibu-ibu PKK. Penyaji penyuluhan tersebut adalah Muhammad Nihwan M.Pd.I, Dosen sekaligus Sekretaris Jurusan (SEKJUR) Instika.
Penyuluhan tersebut diadakan sebagai salah satu program kerja KKN Riset Partisipatif Instika 2017 Posko XXVIII Desa Kalebengan Rubaru. Adapun tujuannya adalah untuk meminimalisir terjadinya pernikahan usia muda dan kegagalan dalam pendidikan. Ini karena, mayoritas warga perempuan desa Kalebengan putus sekolah selepas SMP dan bahkan ada yang tidak lulus SD karena dikhawatirkan tidak laku atau menjadi perawan tua.
Muhammad Nihwan M.Pd.I menyampaikan sekaligus memberikan motivasi agar para warga sadar akan pentingnya pendidikan dan bisa merubah mindset warga desa kalebengan yang menjustifikasi bahwa perempuan tidak akan jauh dari sumur, kasur dan dapur. “Sebab untuk membina rumah tangga yang baik dibutuhkan pengajaran yang baik pula yaitu melalui pendidikan,” ujar Sekretaris Jurusan PAI sekaligus Dosen Instika tersebut.
Kemudian, Rabi’atul Adawiyah salah seorang warga mengajukan pertanyaan tentang meminimalisir terjadinya perzinahan karena dengan menikahkannya adalah solusi yang tepat. Maka Beliau memberi jalan keluar dengan memondokkan anak-anaknya atau tetap menikahkan dengan syarat tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang universitas. (Oleh: Abidatus Syahidah/KKN Posko XXVIII)