Penyuluhan Jamu Herbal ‘Nona Wang

RUBARU-KKN Riset Partisipatif 2017 Posko XXX menggelar kegiatan penyuluhan jamu herbal ‘Nona Wangi’ kepada masyarakat desa Tambak Sari khususnya dusun Peyangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kediaman K. Shadiq, yang bertepatan dengan kegiatan rutin muslimatan masyarakat setiap hari kamis.

Kegiatan yang dikoordinatori oleh Nurus Sa’adah dilaksanakan sejak pukul 13.30 WIB. Peserta KKN Posko XXX  menyiapkan bahan-bahan Jamu Herbal seperti, kunyit, talpak tanah, dan daun beluntas. Setelah semua bahan siap, adonan kunyit dikukus oleh Aini, Mage’ dan Eni. Sedangkan Indah (ketua Posko), Naja dan Nurus mempresentasikan cara membuat Jamu Nona Wangi tersebut kepada jamaah muslimatan.

Nyai Lim panggilan akrab Nyai Halimatus Sa’diyah (pengasuh pondok pesantren Al-Mujahidin) mendukung penuh atas terlaksananya kegiatan tersebut. “Ka’dinto nak kanak KKN badhi ngajari agabey jamu tradisional, pabennyak atanya mun tak ngarte.” Dawuh beliau kepada masyarakat yang menghadiri kompolan muslimatan tersebut.

Dalam presentasinya Indah menjelaskan bahan-bahannya, cara membuat sampai khasiat nya. “Jamu Nona Wangi ini berkhasiat dapat menurunkan panas, mengobati nyeri haid, mengurangi keputihan, bau badan dan mengobati pusing atau sakit kepala,” tutur Indah.

Presentasi Indah siang itu menarik perhatian para jamaah muslimatan, sehingga banyak pertanyaan-pertanyaan yang jamaah utarakan tentang proses pembuatan dan khasiat jamu Nona Wangi tersebut. Indahpun menjawabnya dengan penuh antusias. Kemudian, setelah usai dijawab seluruh pertanyaan, jamaah muslimatan langsung melihat jamu racikan peserta KKN yang diletakkan di sebelah Mushallah AL-Mujahidin (tempat jamaah muslimatan).

Pukul 15.45 WIB Jamu Nona Wangi telah siap disajikan, jamaah muslimatan banyak yang bertanya-tanya. “Apakah ini dijual, nak?” ucap salah satu jamaah. Menanggapi hal tersebut, Indah menuturkan bahwa jamu Nona Wangi hanya akan dibagi secara Cuma-Cuma kepada mereka. Mendengar hal itu, mereka sangat senang, bahkan ada yang mengusulkan untuk membuat jamu Nona Wangi setiap hari kamis.

Setelah selesai dibingkis dalam plastic kecil, jamu Nona Wangi akhirnya dibagi-bagikan satu persatu  kepada jamaah muslimatan sore itu. Mereka sangat antusias untuk mendapatkan jamu Nona Wangi tersebut. Bahkan, ada yang tidak kebagian, sebab peserta KKN hanya memproduksi 1 kilo. “Alhamdulillah, program kerja ini berjalan dengan lancar dan sukses!” syukur Hasanah diamani oleh peserta KKN yang lain. (Q. Aini/Posko XXX)

 

 

.