Inovasi Produk dengan Pembuatan Tahu Kress

RUBARU-Ahad (13/8) KKN Riset Partisipatif Insitut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Posko XXX, mengadakan pelatihan pembuatan “Tahu  Kress” kepada masyarakat desa Tambak Sari khususnya dusun Bajik. Kegiatan ini dilaksanakan  di kediaman salah satu dosen Instika, yaitu bapak Jazuli Muthar.

Pelatihan pembuatan Tahu Kress ini bertujuan untuk memberikan inovasi produk masyarakat desa Tambak Sari, sebab melihat kekayaan alam desa ini begitu melimpah. Maka, kami sebagai pendatang ke desa ini ingin memberikan inovasi baru untuk desa Tambak Sari. Ungkap Qurratul Aini salah satu peserta KKN Riset Partisipatif  2017. Selain itu, adanya kegiatan ini juga untuk mempererat hubungan kami dengan masyarakat. Tutur Hasanah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 14.30 WIB setelah kegiatan muslimatan masyarakat dusun Bajik. Pelatihan tersebut di pelopori oleh Indah Sari, Muzayyanah Zuhir, dan anggotanya Mage’, Naja, Hasanah, dan Lia. Sambil membungkus tahu yang sudah siap saji, Indah mempresentasikan pada ibu-ibu peserta muslimat, dari bahan dasar dan sampai proses  pembuatannya. Cara membuat Tahu Kres ini yaitu, tahu dipotong dadu kecil, lalu goreng ke minyak yang sudah mendidih, tiriskan lalu buatlah adonan dari tepung beras, kemudian masukkan gorengan tahu ke adonan aduk sanpai rata. Setelah itu, digoreng lagi. Habis digoreng ditaburi Sambalado atau bon cabe. Maka, jadilah Tahu Kress. Jelas Indah panjang lebar kepada masyarakat yang ada di tempat itu.

Dalam kegiatan ini, partisipasi masyarakat minim. Hanya 10 orang yang sangat antusias mengikuti kegiatan pembuatan Tahu Kress. Sebab, kondisi tempat yang kurang strategis, sehingga banyak masyarakat yang pulang setelah kegiatan muslimatan selesai. Kami kurang puas dengan kegiatan ini, sebab, partisipasi masyarakat di dusun Bajik sangat minim, berbeda dengan dusun Peyangan, saat kami mengadakan penyuluhan Jamu tradisional apresiasi mereka sangat tinggi. Tutur Muza dengan wajah yang sedikit kecewa (Makkiyatul M._Q. Aini/ Posko XXX)