AMBUNTEN- Minggu (13/08) KKN Riset Partisipatif INSTIKA mengunjungi muslimatan yang beranggotakan 60 orang di Balai Desa Ambunten Barat. Nur azizah ketua Posko XLIV memperkenalkan dendeng kulit singkong dan brownis singkong untuk dicicipi, sekaligus cara pembuatannya. Banyak masyarakat yang tidak percaya, karena kebanyakan singkong yang ditanam masyarakat tidak enak karena tanahnya yang memang kurang subur. Dan biasanya, singkong yang ditanam diparut, dijemur dan dibuat sagu untuk kemudian dijadikan pakan ayam.
Tepat jam 01:15 acara dimulai dengan pembacaan shalawat dan dilanjutkan dengan arisan. Setelah acara selesai, masyarakat menghampiri kami untuk melihat cara pembuatan dendeng kulit singkong dan brownis singkong, sambil bertanya takaran masing-masing bahan yang digunakan.
Siti khadijah menghimbau kapada anggotanya agar tidak pulang dulu kecuali jika ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan. Karena ini baru pertama kalinya ada di desa ini maka ada sebagian masyarakat yang justru terang-terangan ingin mencoba dan sangat menyesal karena dalam pembagian tester tadi tidak kebagian.
Hal ini dilakukan agar mayarakat mampu lebih mengenal fungsi SDA yang ada lebih dari sekedar yang mereka tahu. Di samping itu, masyarakat tidak lagi menganggap bahwa singkong hanya sebagai pakan ayam setelah dijadikan sagu. Sehingga bisa lebih bermanfaat.(Ambunten Barat : posko XLIV).