RUBARU- Setelah kurang lebih 3 minggu berlalu dari penyerahan peserta KKN Riset Partisipatif 2017 oleh pihak INSTIKA terhadap aparat Kecamatan Rubaru, Peserta KKN Posko XXII melaksanakan kegiatan Pembinaan Tilawatil Quran menggunakan metode Tilawati yang dibina langsung oleh Usatdz Harun Adianto pada hari Sabtu, 12 Agustus 2017 M, di Balai Desa Bunbarat kec. Rubaru.
Pembinaan Tilawatil Quran ini merupakan salah satu program kegiatan yang didasarkan pada Pohon Masalah 2 (b.c). Dari observasi tersebut diperoleh satu permasalahan urgen yang mesti diperbaiki, yaitu bacaan al-Quran anak-anak Desa Bunbarat dianggap kurang baik. Baik dari segi makharijul huruf, kelancaran membaca dan bacaan-bacaan yang lain. Selain itu, adanya kegiatan ini juga didasarkan pada permintaan Kepala PAUD al-Qadiriyah yang membutuhkan metode dalam membaca al-Quran untuk selanjutnya diajarkan kepada siswa PAUD al-Qadiriyah.
Pembinaan ini dihadiri oleh Kepala Desa dan Aparat Desa Bunbarat, serta Badan Permusyawarahan Desa Bunbarat Bapak Mahrus. Peserta pembinaan tilawatil Quran terdiri dari guru mengaji dari 16 surau, 7 orang guru PAUD al-Qadiriyah, dan 5 orang Guru RA Darussalam. Namun, beberapa peserta berhalangan untuk hadir dikarenakan acara pembinaan berbenturan dengan acara lomba perayaan kemerdekaan. Sehingga pada acara pembinaan tersebut terdapat 16 peserta yang hadir. 14 orang guru laki-laki dan 2 orang guru perempuan.
Dalam sambutannya, Masniyatur Raihanah selaku ketua Posko menyampaikam bahwa “pembinaan Tilawatil Quran diharapkan dapat bermanfaat terhadap masyarakat dan dapat mempermudah guru mengaji dalam membimbing anak didik. Dengan harapan, anak-anak desa Bunbarat dapat mengaji al-Quran dengan baik dan benar,” ujarnya.
Dalam acara ini Pembina mempraktekkan cara mudah membimbing mengaji dan dapat menmbuat anak didik menjadi baik bacaan Qurannya. Tidak hanya memperbaiki bacaan akan tetapi juga dapat membaca al-Qura dengan tartil. Salah satu lagu tartil yang diajarkan pada waktu itu yaitu lagu Roos yang memiliki tiga tingakt. Yaitu 1. Datar, 2. Naik, 3. Turun.
Pembina juga meminta beberapa peserta mempraktekkan bacaan al-quran tertentu dengan menggunakan lagu Roos tersebut. Hal ini dimaksudkan supaya ketika guru membaca al-Quran dengan tartil, maka murid yang mendengarkan juga akan membaca al-Quran dengan tartil pula. Acara pembinaan tilawatil Quran berakhir sekitar pukul 12.13 WIB yang ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh K. Salum yang merupakan guru mengaji dan Tokoh masyarakat Desa Bunbarat kec. Rubaru, Sumenep. (Siti Nur A/Posko XXII, Bunbarat)