Posko XXXVII Adakan Diklat Penyusunan Perangkat Pembelajaran

AMBUNTEN- Pendidikan merupakan salah satu kunci sukses yang berperan penting dalam menstranfer ilmu pengetahuan kepada generasi muda Indonesia. Keberhasilan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) juga sangat tergantung pada kualitas penyusunan perangkat pembelajaran yang baik dan tepat, semisal tersedianya bahan, alat, media, petunjuk dan pedoman dalam proses pembelajaran.

Dalam rangka membantu keberhasilan proses belajar mengajar di lembaga pendidikan, peserta KKN Riset Partisipatif 2017 Posko XXXVII mengadakan  diklat penyusunan perangkat pembelajaran dengan tema “Ijtihad Guru Menuju Pembelajaran Bermutu” di  Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Yayasan Pondok Pesantren An-Nur, Dsn. Congkak pada Kamis (10/08). Kegiatan diklat ini disampaikan oleh Bapak Ach. Khotib, M.Pd.I, yang merupakan salah satu dosen PAI, Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA).

Tujuan dilaksanakan kegiatan diklat tersebut adalah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDA) yang masih rendah dan lembaga tersebut masih berdiri selama dua  tahun. Oleh karena itu, perlu adanya tambahan pengetahuan tentang masalah pendidikan terutama dalam sistem pembelajaran. Meski demikian, semangat mengabdi para guru dalam mengajar anak bangsa yang luar biasa perlu diapresiasi, maka diadakan kegiatan ini sebagai sumbangsih pengetahuan dan bentuk penghargaan terhadap para guru yang dengan ikhlas mengabdi tanpa tanda jasa.

Kegiatan tersebut dikhususkan kepada seluruh guru Madrasah Tsanawiyah (MTs.) Yayasan Pondok Pesantren An-Nur dengan jumlah guru keseluruhan 13 orang hanya 1 guru yang berhalangan hadir. “Saya sangat berterimakasih atas kegiatan adik-adik KKN dilembaga ini, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat membawa perubahan untuk kebaikan lembaga ini kedepan terutama kami para guru dalam meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan serta dapat mengerahkan kemampuan demi kualitas generasi bangsa masa depan”, tutur Bapak Mahmudi, S.Pd.I dalam sambutannya selaku kepala sekolah.

 Banyak pengetahuan baru yang disampai Bapak Khotib bahwa menjadi tenaga pengajar dan pendidik harus dilakukan dengan cara yang tepat dan hati yang lapang serta sabar meski upah yang didapat tidak seberapa banyak dengan selalu memperhatikan kode etik guru, karena tanggung jawab seorang guru tidak berhenti di Sekolah tetapi lebih luas dalam lingkungan masyarakat. Tidak hanya itu, beliau juga menjelaskan beberapa hal diantaranya: modalitas dan gaya belajar siswa, macam-macam model dan metode pembelajaran yang langsung dipraktekkan diantaranya learning star with a question, everyone is a teacher here the power of two dan 8 metode lainnya, menyiapkan perangkat pembelajaran, 8 keterampilan mengajar, dan farmasi bangku dalam “kelasnya manusia”.

Suasana diklat yang begitu menyenangkan dan penuh antusias para guru karena penyajian yang penuh homor education membuat peserta diklat semangat dan tidak ada satu orang pun yang merasa kantuk, terutama ketika para guru yang harus memposisikan diri sebagai siswa dalam metode Learning Start With A Question (LSWQ) (oleh: Qurrotul Aini/Posko XXXVII)