AMBUNTEN- Kamis, (10/08) mahasiswi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Riset Partisipatif Posko XLIV mengadakan acara pelatihan akupresur, pijat, gratis, dan pembuatan jamu tradisional yang diselenggarakan di balai desa setempat.
Acara tersebut dihadiri oleh kader polindes, anak UKS dan masyarakat umum. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 11:00-13:00. Ustadzah Zuwaibatul Islamiyah selaku penyaji dari poskestren menyampaikan bahwa, pijat akupresur pada dasarnya bukanlah pijat yang dilakukan pada umumnya, akan tetapi dengan memijat bagian titik saraf yang berhubungan dengan penyakit pasien.
Acara dimulai dengan pengenalan tentang akupresur sendiri. Dan dilanjutkan dengan pembuatan jamu tradisional yang terdiri dari kunyit, temulawak, pecut kuda dan lain-lain. Setelah itu para ibu-ibu kader Polindes diajari memijat titik saraf sesuai buku panduan yang telah dibagikan. Bukan hanya itu, ustadzah Zuwaibatul Islamiyah memperkenalkan pijat akupuntur dan bekam, dan sebagian besar dari ibu-ibu tersebut berbekam.
“Tubuh saya merasa lebih baik dan tidak sakit,” ucap Hj. Nurul Latifah selaku ibu kepala desa yang kebetulan saat itu hadir dan memiliki riwayat darah tinggi, dan sakit kepala. Akupresur sendiri dilakukan oleh peserta KKN posko XLIV dikarenakan desa ambunten barat hanya memiliki satu Polindes dan tidak memiliki satu poskesmas.
Dengan adanya pelatihan akupresur, pijat gratis, dan pembuatan jamu tradisional diharapkan masyarakat mampu melakukan pijat akupresur sendiri sesuai dengan yang telah diajarkan, dan diterangkan dalam buku panduan. Di samping itu, masyarakat lebih mengenal SDA yang ada khususnya di bidang jamu (Ambunten Barat, Posko XLIV)