KKN Posko XXVI Adakan Seminar Pendidikan

RUBARU–Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Riset Partisipatif Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) 2017, Posko XXVI, Basoka I, melaksanakan Seminar Pendidikan pada Senin (07/08). Kegiatan seminar ini berlangsung di Balai Desa Basoko, yang dihadiri sejumlah peserta dari berbagai kalangan.

Seminar Pendidikan yang bertemakan “Penguatan Manajemen Administrasi Pendidikan di Era Kompetisi Global,”dimaksudkan untuk menyatukan kalangan pengelola pendidikan dari setiap lembaga yang ada di Desa Basoka, sehingga bisa saling membantu dalam pengelolaan lembaga pendidikan ke arah yang lebih baik.

Seminar ini mengundang dan diikuti Kepala Desa (Kades) beserta enam aparatur Desa. Acara ini juga mengundang Kepala Kantor Kecamatan Rubaru dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Rubaru, namun mereka berdua berhalangan, karena ada acara di Kantor Kecamatan, bertepatan dengan pelaksanaan lomba dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.

Kepala Desa Basoka Ach. Suhdi (29), mengatakan, seminar pendidikan ini bermakna penting karena mempersatukan para pendidik agar sama-sama menyatukan langkah untuk memperbaiki kondisi pendidikan di Desa Basoka. Para pendidik dari berbagai lembaga di Desa Basoka diharapkan dapat bekerja sama tanpa mempersoalkan latar belakang berbeda. Acara ini mampu menggerakkan kesadaran masyarakat.

“Dari dulu, saya mendapat permasalahan yang tidak kecil mengenai manajemen administrasi di berbagai lembaga Basoka. Dengan seminar ini, diharap mampu mencerahkan kembali dunia pendidikan yang baik dan terorganisir, sebab lembaga yang memiliki manajemen baik, maka akan baik juga input dan ouput yang dihasilkan,” katanya, dalam sesi sambutan.

Samad (59), pengelola salah satu lembaga pendidikan di Basoka, peserta seminar, mengatakan, seminar ini sarana untuk mengingatkan bahwa kondisi pendidikan di Desa Basoka harus terus menerus dibenahi agar lebih baik. “Seminar ini ajang menciptakan keseriusan menjaga lembaga pendidikan,” katanya.

Adapun runtutan acara ini berupa pembukaan, pembacaan Alquran, sambutan-sambutan, dan diskusi. Zamzami Sabiq (33), pengelola lembaga pendidikan dari PAUD sampai SMA, Pamekasan, Sarjana Psikologi Pendidikan Universitas Negeri Malang, menjadi penyaji di seminar ini, sedangkan Ela Fitriyah (22) memimpin jalan diskusi.

Seminar pendidikan yang ditutori oleh Zamzami Sabiq tidak bisa dinikmati leluasa karena waktu penyajian dibatasi. Mengenai hal ini, Zamzami mengatakan, bahwa dirinya berusaha mempersingkat pembahasan tanpa meninggalkan penjelasan yang padat, jelas, dan mudah dimengerti peserta seminar. Dirinya juga menyajikan contoh contoh kasus serta pemecahan masalah terkait manajemen administrasi dengan gayanya yang bersahabat.

Selain waktu dibatasi, seminar yang ditempatkan di Balai Desa Basoka ini terkena terik matahari, sehingga menyebabkan kepanasan bagi peserta. Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Jamilatur Rohmah (21), mengatakan, pihaknya tidak menemukan tempat lain selain di Balai. “Meskipun tempat demikian panas, namun tidak menutup kemungkinan, penggalakan kesadaran akan pendidikan tetap berlangsung nyaman,” katanya.

Acara ini telah menghabiskan dana sebesar Rp. 525.000,00. Ditutup pada pukul 11.16 WIB. Di penghujung acara, Zamzami memberikan apresiasi kepada para peserta KKN Posko XXVI. “Apresiasi ini patut diberikan kepada peserta KKN. Untuk semangatnya, kegigihannya, dan kemauannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya. (BILADINA/POSKO XXVI)

 

`