BATUAN-Kegiatan mengajar di sebuah lembaga pendidikan merupakan bagian dari upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama bagi generasi muda yang menjadi tonggak kepemimpinan bangsa di masa depan. Kegiatan mengajar juga menjadi cermin pengabdian seorang anak bangsa dalam mengentaskan kesenjangan dan kebodohan.
Hal ini sejalan dengan apa yang diprogramkan peserta KKN Riset Partisipatif INSTIKA 2017, Posko XVIII Desa Patean Kecamatan Batuan, yang melaksanakan praktik mengajar di salah satu lembaga pendidikan di desa tersebut. Kegiatan praktik mengajar sendiri dimulai sejak Minggu (30/07).
Kegiatan ini berawal dari salah satu ustadzah yang mengajar di madrasah tersebut, yang kemudian mendatangi peserta KKN untuk membicarakan masalah program yang akan dilaksanakan.Di dalam perbincangan tersebut, ustadzah itu membicarakan mengenai masalah-masalah yang pernah dialami oleh lembaga pendidikan diniyah. Salah satu masalahnya adalah akhir-akhir ini sebagian siswa (bukan siswi) mengalami dekadensi kesadaran akan Ilmu-ilmu agama, sehingga kebanyakan dari mereka tidak masuk sekolah atau bolos. Hal ini sangat diperhatikan sekali oleh beberapa tenaga pengajar di lembaga tersebut.
Selain itu, ustadzah tersebut juga membicarakan mengenai kurikulum yang dipakai di lembaga itu. Selain kita-kitab klasik yang dipakai, madrasah tersebut, juga menggunakan buku ringkasan yang diterbitkan oleh pesantren Al-Amin, Parenduan. Akan tetapi masih terdapat beberapa kekurangan dari buku tersebut, sehingga muncul sebuah permintaan dari ustadzah tersebut kepada peserta KKN Riset Partisipatif posko XVIII itu untuk membuat sebuah buku panduan yang lebih rinci lagi dan akan dipakai di madrasah tersebut. Peserta KKN posko XVIII itu dengan senang hati menerimanya.
Kegiatan praktik mengajar di lembaga pendidikan tersebut menjadi salah satu rutinitas dari peserta KKN, sehingga membantu kegiatan belajar mengajar. Dengan bekal ilmu yang dimiliki, peserta KKN melaksanakan kegiatan rutin tersebut dengan senang hati (Zidqi Ridla/Posko XVIII, Patean).