Pelatihan Pembuatan Selai Mentimun

RUBARU-Inovasi produk menjadi sebuah solusi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Posko XXIX yang berada di Desa Banasare dalam membantu perekonomian masyarakat. Hal ini dilakukan agar nilai dari hasil taninya lebih tinggi dibandingkan dengan modal yang sudah dikeluarkan.

Selai mentimun adalah salah satu produk yang dihasilkan oleh mahasiswi KKN. Sebab, hasil dari pendalaman observasi yang dilakukan pada hari ke-4 yang bertepatan pada tanggal 22 Juli 2017, mayoritas para petani di sini menanam singkong, mentimun dan cabai. Namun, yang dikelola menjadi sebuah produk adalah dari bahan singkong, yaitu dijadikan sebagai kripik singkong dan rengginang singkong. Maka dari itu, kami memutuskan untuk membuat suatu produk dari bahan mentimun dan cabai yang diolah menjadi selai mentimun dan kripik cabai crispy.

Pertama kali yang dilakukan kami adalah memperkenalkan inovasi produk yang kami hasilkan kepada ibu-ibu PKK pada hari senin sore tanggal 31 juli 2017. Dari perkenalan inovasi produk tersebut, kami mendapat respon positif dari ibu-ibu PKK. Bahkan kami diminta melakukan pelatihan tentang bagaimana proses pembuatan produk yang kami buat.

Pada awalnya, kami akan mengadakan pelatihan tersebut pada minggu berikutnya. Namun, berhubung kami diminta untuk melakukannya pada keesokan harinya di tempat yang sama, yaitu balai desa Banasare, maka kami memutuskan untuk membuat satu produk yaitu selai mentimun. Sedangkan .proses pembuatan kripik cabai kami letakkan pada minggu berikutnya. Pelatihan ini tidak hanya dihadiri oleh ibu-ibu PKK, melainkan juga dihadiri oleh ibu Atiqah selaku DPL posko kami.

Langkah selanjutnya, kami berencana akan memasarkan produk kami agar lebih di kenal oleh masyarakat di sini. Dan Alhamdulillah saat ini kami bekerja sama dengan pengurus Pondok Pesantren Mimbaul Hikmah yang ada di daerah Banasare ini atas izin pengasuh pondok tersebut (Sofiyatul jannah/Posko XXIX, Rubaru)