Anggota Posko XXIII Menjadi Penyaji Seminar Kepenulisan

RUBARU- Salah satu anggota Posko XXIII, Hasanah Najib menjadi penyaji dalam kegiatan MOSBA dengan tema kepenulisan. Penyajian tersebut berlangsung di Aula Nurul Huda pada Sabtu (29/07) pukul 09.00 WIB.  Hal tersebut merupakan permintaan langsung dari penanggungjawab kegiatan MOSBA, Bapak Miftahorrahman.

Penyaji menyampaikan beberapa hal penting terkait menulis, mulai dari etika menulis, tips menjadi penulis, dan motivasi menulis. Tema yang diangkat oleh penyaji adalah AYO MENULIS!. Tema tersebut adalah sebuah ajakan kepada seluruh peserta MOSBA agar menjadi penulis. Penulis harus memulai dengan menulis, menulis dan menulis. Namun hal yang paling penting adalah kemauan untuk menulis. 

“Salah satu cara agar kita terbiasa menulis adalah memulai dari hal yang paling ringan seperti  menulis buku harian lalu dikembangkan menjadi karya, baik fiksi maupun non fiksi. Tidak ada tulisan yang tidak bagus bagi seorang pemula hanya saja butuh koreksi dan perbaikan.  Penulis pemula tidak harus memperhatikan etika-etika yang ada yang terpenting menulis, menulis dan menulis karena pada akhirnya akan menemukan kesalahan-kesalahan dengan sendirinya dan melakukan perbaikan-perbaikan sehingga menjadi penulis yang berkualitas dan handal” ungkap penyaji.

Hasanah Najib selaku penyaji di hari ke-III memberikan tugas kepada peserta MOSBA. “Pemberian tugas tersebut bertujuan sebagai tolak ukur awal bagi penulis pemula. Adanya tugas ini juga sebagai pembuktian seluruh peserta MOSBA yang memerhatikan penyajian dengan baik dan peserta yang tidak mendengarkan sama sekali” ungkap penyaji.

Kholifah sebagai moderator penyajian kali ini menyimpulkan beberapa poin penting yang telah disampaikan oleh penyaji diantaranya tips menjadi penulis. yaitu menulis dengan ringkas, padat, dan menarik, menggunakan bahasa yang komunikatif, dan memberikan pesan yang kuat dari apa yang ditulis.

Penyajian materi kepenulisan hari ini berlangsung dengan baik karena sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah dan panitia. Sebelum penyajian diakhiri, penyaji menyampaikan satu kalimat motivasi  yakni  “menulislah”, karena dengan menulis kita akan dikenal dunia.

(Kholifah/ Posko XXIII Rubaru I)