Ambunten-Kegiatan KKN merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan partisipatif. KKN juga menjadi bagian dari tri dharma perguruan tinggi yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa yang memasuki semester akhir. Pelaksanaan KKN diharapkan bisa membantu masyarakat untuk melaksanakan aktivitas yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, maupun kemajuan dalam bidang pendidikan.
Hal ini sejalan dengan apa yang dipraktikkan 11 mahasiswi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Riset Partisipatif Aktif INSTIKA 2017 Desa Bukabu Kecamatan Ambunten, yang melaksanakan kegiatan kerja bakti di kuburan Pangeran Bukabu, pada Sabtu pagi (29/07). Rasa antusiasme serta kebersamaan dengan masyarakat, membuat peserta KKN semakin semangat dalam membantu setiap kegiatan warga, termasuk kegiatan kerja bakti di lingkungan desa.
Kegiatan tersebut mendapat respon positif serta rasa empati dari Kepala Desa Bukabu dan masyarakat Desa Bukabu sehingga peserta KKN benar-benar bisa bekerjasama dengan baik. Tak terasa satu jam telah berlalu, rasa lelah tak pernah dirasakan karena militansi tetap tertanam dalam jiwa peserta KKN Posko XXXVI.
Bapak Carek (Abd. Rofiq) mengatakan bahwa, kuburan Pangeran Bukabu merupakan kuburan misterius, karena dari sekian banyaknya masyarakat Desa Bukabu hanya orang-orang tertentu yang mengetahui keberadaan kuburan tersebut. Tentu hal ini menjadi daya tarik bagi peserta KKN untuk mengetahui tentang sejarah tokoh yang dihormati masyarakat Bukabu.
Pada pukul 08.28 Wib, peserta KKN Posko XXXVI melanjutkan perjalanan kerja bakti di pasar Desa Bukabu. Kegiatan ini juga bersama sebagian masyarakat Desa Bukabu sebagai bentuk partisispatif-aktif. Alhamdulillah, tepanya pada pukul 08.59 Wib. kerjabakti untuk Desa Bukabu dusun Bukabu telah kami laksanakan, rencana kami selanjutnya akan kerjabakti di dusun Dhaleman dan Dusun Tanah Merah. (Oleh: Syamsiyani/KKN Posko XXXVI).