RUBARU-Jum’at (28/08) mahasiswa peserta KKN Riset partisipatif 2017 Posko XXII Bunbarat Rubaru mengikuti kompolan (red: arisan) Muslimatan sekaligus mengisi pengajian keagamaan, yang bertempat di kantor Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini digelar pada setiap hari Jum’at pukul 01.30 WIB, dengan beranggotakan 200 orang.
Selain arisan ibu-ibu desa, acara ini juga diisi dengan pembacaan yasin dan tahlil bersama lalu dilanjutkan dengan pengajian keagamaan yang diisi oleh pengasuh PP. Darussalam Nyai Mundirah.
Berhubung pada kesempatan tersebut, Nyai Mundirah berhalangan hadirdi, dikarenakan kesehatan beliau yang menurun, maka akhirnya peserta kompolan Muslimatan meminta mahasiswa peserta KKN Riset Partisipatif Instika untuk memimpin pmbacaan yasin dan tahlil sekalligus mengisi pengajian atau ceramah keagamaan.
Ulfatussa’idah mahasiswi jurusan Ekonnomi Syari’ah (ES) diminta untuk memimpin yasin dan tahlil. Setelah itu, Halimatus Sa’diyah Mahasiswi jurusan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT) mengisi pengajian/ceramah keagamaan sedangkan Masniyatur Raihanah mahasiswa jurusan PBA yang kebetulan menjadi ketua Posko XXII diminta untuk memimpin do’a..
Dengan penuh percaya diri Halimatus Sa’diyah jurusan IQT tersebut maju kedepan untuk memenuhi permintaan anggota muslimatan. Dengan tema “Pentingnya bershalawat kepada Nabi SAW. di hari Jum’at”, ia menyampaikannya dengan serius dan penuh humoris apalagi ditambah dengan contoh-contoh yang sudah biasa terjadi di masyarakat, khususnya di kalangan ibu-ibu rumah tangga.
“Bershalawat kepada Nabi dapat menambah banyak pahala. Bahkan dengan shalawat pula, do’a kita menjadi cepat terkabulkan, ”ungkap Mahasiswi yang biasa di panggil Matus itu. Ia juga berpendapat bahwa ketika seseorang cinta pada satu orang yang lainya, maka ia akan selalu ingin menyebut namanya. Begitupun ketika umat cinta kepada Allah dan Nabinya, maka ia akan selalu ingin terus berdzikir dan bershalawat kepada-Nya. Mengakhiri ceramahnya, Matus manyampaikan “Mendengar namanya disebut, hati akan merasa bergetar, apalagi berjumpa langsung dengan orang yang dicintai, seluruh tubuhnya akan menggigil” katanya yang diikuti dengan tawa ibu-ibu Muslimatan.
Dengan durasi waktu yang sangat singkat, 10 menit. Seluruh peserta muslimatan menjawab salam penutup denngan sangat kompak, lalu mereka pun pulang meninggalkan tempat. (Ulfatul Yusro Posko XXII, Rubaru)