Guluk-Guluk - Instika - Instika mengadakan Temu Pengelola Jurnal dan Seminar Sehari bersama Dr. Mahrus el-Mawa, M.A., selaku Kepala Seksi Publikasi Ilmiah Diktis Republik Indonesia, di Aula Mini Instika, Rabu (3/5/2017).
Seminar dan temu pengelola jurnal itu kemudian dikemas dengan tema 'Pengembangan Publikasi Ilmiah di PTKIS (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta)'.
Rektor Instika, Drs. H. Abbadi Ishomuddin, M.A., dalam sambutannya mengatakan bahwa pengelolaan jurnal di bawah pengawasan Kementerian Agama (Kemenag) merupakan sesuatu yang baru.
"Oleh karena itu, suatu kesempatan yang besar bagi kita untuk belajar langsung kepada kepala seksi publikasi ilmiah dari Kemenag yang telah hadir di tengah kita," ujarnya.
K. Abbadi mengucapkan terimakasih kepada Dr. Mahrus el-Mawa yang telah meluangkan waktunya untuk hadir ke Instika.
Rektor mengharapkan acara itu dapat membuat Open Journal Systems (OJS) Instika semakin baik dan efektif, dapat meningkatkan minat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta dapat meningkatkan kegiatan belajar-mengajar.
Dalam pemaparannya, Dr. Mahrus el-Mawa memperlihatkan urutan kerja ilmiah seorang dosen, yaitu dimulai dari meneliti, menuliskan hasil penelitiannya, lalu menerbitkan atau mempublikasikannya.
"Teliti, tulis, terbit," jelasnya.
Seorang dosen tentunya sudah sangat mengerti dengan macam-macam bentuk tulisan ilmiah karena sejak menjadi mahasiswa sudah selalu diberi tugas menulis ilmiah, mulai dari menulis opini, makalah, artikel, sampai tugas akhir, yakni skripsi, tesis, dan disertasi.
Namun, yang sering menjadi problem dalam karya tulis ilmiah, ungkap Dr. Mahrus, adalah masalah plagiarisme, referensi, relevansi, orisinalitas, kehangatan isu, dan manfaatnya.
Plagiarisme ia sebut seperti penyakit syirik. Aturan mencantumkan referensi yang tepat dan yang baik sering tidak diketahui. Dan bagaimana meramu tulisan yang topiknya lama tapi menjadi hal menarik dan baru di tangan peneliti belum banyak yang melakukan.
Selain menjelaskan persoalan-persoalan teknis dalam kepenulisan, Kasi Publikasi Ilmiah itu juga menjelaskan tentang pengelolaan jurnal yang baik, seperti bagaimana meningkatkan sistem OJS, bagaimana jurnal yang dikelolanya terindeks di Moraref dan Scopus sebagai persyaratan untuk memperoleh akreditasi.
Dr. Mahrus juga mengabarkan bahwa Kemenag akan memberikan bantuan kepada PTKI yang dikhususkan untuk pengelolaan dan pengembangan jurnal.
Acara yang dimulai sekitar jm 13:45 wib itu diakhiri dengan foto bersama Dr. Mahrus, pimpinan Instika, dan beberapa peserta pengelola jurnal, pada jm 16:15 WIB. (Masykur Arif/LP2D)